Rabu, 31 Agustus 2016

pembesaran lele

Selamat datang semua,  terutama anda para pencinta lele, bagi anda yang ingin berkecpung dalam dunia perlelean, mari kita sama-sama belajar disini, saya juga sekarang lagi di sibukan degan kegiatan mengurus si kumis licin,  dalam pembesaran lele sebenarnya gampang-gampang susah, gampang jika kwalitas air sesuai dengan keinginan si lele, tapi susah jika kwalitas air buruk,

Dalam usaha pembesaran lele kususnya kolam terpal tentu lebih gampang dalam menjaga kwalitas air,  karena sukulasi air lebih mudah di bandingkan kolam tanh. Menurut pengalaman saya dalam pembesaran lele di kolam terpal lebih mudah daripada kolam tanah,

Saya akan ceritakan pengalaman saya dalam usaha saya membesarkan si kumis licin ini,
Pertama pembuatan kolam, kalau kolam saya galian tanah tapi saya lapisi dengan terpal, terpal menutup sampai tanggul alias galian tanah yang saya susun di pinggir kolam sbagai galengan, kemudian di pngir kolam saya buat paretan yang dalamnya sama dengan dasar kolam, kmudian daya pasang paralon 3''dari kolam tembus ke paretan untuk pembuangan air kolam, setelah semua selesai,  saya pasang terpal, dan diisi air dengan ketinggian 70cm, kemudian saya blenderkan daun pepaya secukupnya dan masukn ke air kolam, setelah 7hr madukn bibit lele, tp jangan langsung di kasih makan,  setelah 24 jam baru di kasih makan,  knpa demikian,? Jawabnya agar tidak mudah terserang jamur,  ganti air mksimal 7hr sekali,  klau airnya gmpang tp klau sudah tebar probiotik aja, klau msih kcil pkan sentrat dlu,  klau sudah umur sebulan,  kasih ayam tiren,  atau ikan asin bs,  setelah 60hr panen klau bibit ukuran 3-5cm,  klau bibit 5-7cm 45-50hr pasti dah panen,  terus bagaimana dengan anda?